文章
  • 文章
国际

Kata pria vs kata perempuan:Bisakah berteman dengan mantan?

2015年8月29日下午3:18发布
2015年8月29日下午4:19更新

Kolom ini membahas berbagai macam isu yang berkembang di masyarakat Jakarta dan Indonesia - baik yang serius dan yang nyeleneh - dari dua sudut pandang yang berbeda。 Topik pekan ini adalah pertemanan dengan mantan kekasih yang katanya hanya sebatas mitos。 Benarkah?

Adelia Putri,24岁tahun,adalah多媒体记者Rappler Indonesia。 关注Twitter-nya di

Katanya,cuma ada dua alasan di balik pertemanan sepasang mantan。 Pertama,selama pacaran memang tidak ada perasaan yang dalam,sehingga ketika hubungan itu selesai,mereka hanya dua teman yang kembali berteman。 Kedua,salah satu di antara mereka sebenarnya masih memendam perasaan。

Saya menolak untuk percaya hal itu。

Sepasang mantan kekasih bisa saja berteman baik,meskipun tidak bisa 100 persen'cuma temenan kok!' karena bagaimanapun juga,ada kenangan dan sejarah yang pernah terjadi。 Tapi,ada alasan mengapa hubungan itu tidak berhasil,dan ketika keduanya sadar akan hal itu,harusnya mereka bisa berteman dengan baik tanpa harus terbawa perasaan berlebih。 Nostalgia masa lalu memang tak terhindari,tapi rasanya itu masih bisa diatasi。

Kalau hubungan berakhir dengan baik-baik harusnya dua-duanya sudah menerima kenyataan bahwa hubungan itu mungkin tak berlanjut untuk alasan terbaik,waktu yang cukup bisa mengembalikan keduanya menjadi teman -bahkan sahabat baik。

Mungkin tidak semua mantan pasangan bisa seperti ini。 Ada yang butuh satu tahun untuk kembali berteman,ada juga yang pacarannya hanya tiga bulan,tapi kemudian tidak bicara pada satu sama lain selama tiga tahun。 Sepertinya benar,untuk masalah cinta dan sakit hati,manusia memang suka tidak rasional,ya?

Berteman dengan mantan,harusnya tidak jadi masalah。 Pertama,kata mama saya,menjaga silaturahmi itu penting,termasuk dengan mantan serta keluarganya。 “Kan kamu ngga tahu jodoh kamu siapa nantinya,”katanya begitu。

Kedua,berteman dengan mantan itu ibarat berteman dengan sahabat lama,di mana kamu bisa berbagi tentang masalah yang dihadapi sekarang dan dia bisa memberikan masukan jujur,lengkap dengan napak tilas seberapa jauh kamu telah berkembang selama ini。 Tak ada yang lebih menyenangkan daripada mendapatkan dukungan dan pengertian di saat kamu membutuhkannya,terutama dari orang yang tahu sekeras apa kamu telah mengusahakan sesuatu untuk berhasil。

Tapi,kalau kamu sudah punya pacar baru,mungkin pertemanan dengan mantan tidak akan sesederhana itu。 Ada perasaan orang lain yang harus dijaga dan kecemburuan yang tak bisa dihindari。

Kalau kamu beruntung,kamu bisa membicarakan hal ini dan meyakinkan pasanganmu untuk percaya bahwa kamu dan mantan kini benar benar berteman saja。 Toh,harusnya kalau kalian berdua yakin terhadap satu sama lain,tidak ada yang harus merasa insecure dengan para mantan(dan kehebatannya),ya kan? Harusnya,kalau kalian saling percaya,tak ada yang harus diam-diam hanya untuk bertemu dengan mantan atau menyembunyikan nama mantan itu,kan?

(Percayalah,para pria,insting perempuan itu kuat.Kebanyakan dari hal yang kalian sembunyikan sudah kami ketahui sejak lama。)

Intinya,berteman dengan mantan dengan baik,dengan satu syarat:jangan gampang terbawa perasaan。 Setuju?

Tasa Nugraza Barley adalah seorang konsultan komunikasi di Jakarta。 Ia suka membaca buku dan berpetualang,dan dapat disapa di

Bolehkah berteman dengan mantan? Pertanyaan ini sepertinya sudah menghantui para pasangan di seluruh dunia,termasuk di Indonesia tentunya,selama ratusan lamanya。 Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan pasti,tidak juga para pakar cinta tersohor。

Kalau ada pihak yang harus disalahkan atas hal ini,pastilah perempuan - walau mereka pasti tidak mau disalahkan,sebagaimana hal-hal lain di hidup ini。

Bagi mayoritas para pria,tidak ada yang salah untuk berteman dengan mantan。 Kenapa tidak? Di semua agama jelas kita diajarkan untuk menjaga tali silaturahmi dengan siapa saja,termasuk tentunya dengan mantan。 Mungkin saja mantan punya banyak dosa,atau mungkin kita yang banyak dosa ke mantan,tapi itu kan masa lalu。 Kenapa tidak kita menjaga hubungan baik saja layaknya teman?

Tapi konsep sesederhana itu tidak masuk ke dalam pikiran para wanita。 Mereka,yang entah kenapa selalu berpikiran negatif tentang pria,tentu tidak akan percaya begitu saja kalau tidak akan terjadi sesuatu apabila pasangan mereka berteman dengan mantan。

Perempuan,walau mungkin tidak semuanya(ini harus diakui,兄弟!),tidak akan pernah bisa mempercayai pria 100 persen,bahkan tidak kepada suaminya yang mungkin sudah dinikahi selama bertahun-tahun lamanya。 Selalu saja perasaan curiga menghinggapi,menganggap pria itu tukang bohong dan penuh dengan tipu muslihat。

Ngapain juga kamu berteman sama dia? Memangnya enggak ada lagi perempuan di dunia ini?“begitu kira-kira ucapan perempuan kepada pasangannya yang menjaga hubungan pertemanan dengan mantannya。 Padahal mungkin dia memang benar-benar hanya berteman dengan mantannya。

是啊,begitulah para perempuan。 Mereka selalu berpikiran jelek kepada orang lain,terutama ke pasangan mereka。 Yang diingat hanya hal-hal yang jelek,sementara yang baik-baik hanya sesekali melintas di pikiran mereka。

Mereka misalnya sangat mudah menuduh pria selingkuh hanya karena menemukan hal-hal sepele yang mereka anggap sebagai“barbuk”alias barang bukti。 “Kamu pasti selingkuh!”begitu kalimat singkat yang mereka senang gunakan untuk mengancam para pria。

Pria mungkin saja menolak untuk mengikuti pola pikir kuno dari para perempuan mengenai hal ini。 Tapi percayalah,itu tidak perlu dilakukan。 Bukan karena tidak layak untuk diperjuangkan,namun karena kalian hanya akan membuang waktu percuma。

Apapun alasan yang dipakai,seberapa kreatifnya cara yang digunakan - misal sambil mengajak pasangan kamu ketika bertemu dengan mantan - pemikiran para perempuan tidak akan pernah berubah。 Yang mereka tahu cuma satu:berteman dengan mantan berbanding lurus dengan perselingkuhan,potensi CLBK sangat tinggi。

Pria mungkin bertanya kenapa seperti itu? Salah satu jawabannya adalah karena perempuan tidak pernah bisa berpikir rasional,atau setidaknya hanya berpikir rasional ketika menguntungkan buat mereka(Soal ini pasti setuju kan,bro?)。

Saran yang ingin disampaikan di sini sederhana saja。 Intinya,berteman dengan mantan boleh-boleh saja。 Tidak salah dan tidak dosa,selama tidak ada hal-hal“aneh”yang terlibat。 Tapi,para pria tidak perlu menghabiskan waktu percuma untuk menjelaskan ini kepada para perempuan。 Karena,mereka tidak akan pernah mau tahu。 Titik。 -Rappler.com

BACA JUGA: